Selasa, 16 April 2013

CONTOH SOAL PEMINDAHAN TANAH MEKANIS ( PTM )


1.      Faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pekerjaan pemindahan tanah mekanis adalah:
Ø  Perhitungan Volume Pekerjaan
            Perhitungan volume pekerjaan dalam pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis perlu diperhatikan terhadap ketelitiannya terutama terhadap kondisi tanah tersebut      seperti :
                         a. Volume Tanah
                         Dikenal ada 3 macam jenis volume tanah yang berkaitan dengan pekerjaan             pemindahan tanah secara mekanis atau menggunakan alat berat :
                                    • Volume dalam keadaan tanah asli dialam (bank measure volume)
                                 • Volume dalam keadaan tanah lepas (loose measure volume) tanah yang                    telah digali dari kondisi alamnya dan siap diangkut.
                                    • Volume tanah yang telah dipadatkan (compaction measure volume), 
                                       yakni volume tanah yang telah mengalami perlakuan pemadatan secara mekanis.
            Ketiga macam volume ini memiliki koefisien-koefisien tersendiri sesuai denganjenis dari tanah tersebut, seperti pasir, tanah liat dan sebagainya sehingga didalam menghitung volume tanah perlu dipahami apakah tanah tersebut temasuk dalam kategori tanah dalam keadaan asli, lepas atau telah dipadatkan.
                         b. Jenis Tanah
                          Pada kenyataannya tanah memiliki banyak jenis, dimana setiap jenis tanah memiliki nilai kembang dan susut (swelling dan shkrinkage) serta memiliki karakteristik yang berlainan seperti tanah kohesif dan non kohesif. Setip jenis tanah ini mempunyai cara tersendiri atau peralatan tersendiri untuk mengerjakannya.
                          Kelalaian dalam menentukan kategori dan jenis tanah akan membawa konsekwensi terhadap perhitungan dan menentukan peralatan yang akan dipergunakan, untuk memahami lebih dalam kasus ini akan dibahas secara tersendiri.





Ø  Spesifikasi Pekerjaan
Yang perlu diperhatikan terhadap spesifikasi pekerjaan adalah :
                         • Jenis pekerjaan : Galian, Timbunan, Land Clearing, Stipping atau Pemadatan, jenis            pekerjaan ini baru jelas.
                         • Hasil pekerjaan, terutama yang menyangkut hasil akhir dari pekerjaan, seperti          kemiringan, tingkat kepadatan, tinggi timbunan, kadalaman galian, jarak angkut                 atau jarak pemindahan tanah dan sebagainya,

Pemilihan Jenis Peralatan atau Alat Yang dipergunakan, meliputi :
• Jenis dan type alat
• Kapasitas alat
• Kemampuan alat
• Suku cadag alat.
Pemilihan alat-alat yang akan digunaan harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan karkteristik lain keadaan tanah.

Ø  Perencanaan Sumber Daya Manusia/SDM (Man Power)
dalam melakukan pekerjaan tanah dengan alat berat diperlukan perencanaan sumber daya yang benar-benar baik dan mencapai sasaran. Apalagi bila mengingat lokasi pekerjaan berada didaerah pedalaman atau jauh dari kota besar dimana untuk mencari tenaga kerja terampil dan berpengalaman akan sulit dilakukan. Selain itu perlu dipikirkan pula mekanisme pengawasan tenaga pendukung dalam upaya memperlancar jalannya kegiatan pekerjaan.

Ø  Mobilisasi Peralatan.
Pelaksanaan mobilisasi peralatan perlu mendapat perhatian khusus, terutama bila aplikasi pekerjaan berada ditempat yang jauh (di daerah pedalaman) seperti misalnya di Sumatera, Kalimantan atau di Indonesia Bagian Timur. Pada lokasi tersebut banyak fasilitas jalan dan jembatan yang kurang memadai, peralatan penunjang seperti trailer pengangkut, ferry penyeberangan antar pulau yang belum tersedia sehingga perlu direncanakan dan disiapkan dari awal.

Ø  Perencanaan Metode Kerja.
Metode kerja merupakan persyaratan utama yang perlu direncanakan secara matang hal ini berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas pekerjaan. Perencanaan metode kerja ini meliputi :
• Organisasi pelaksanaan’
• Prosedur operasi kerja
• Prosedur perawatan peralatan
• Prosedur keselamatan kerja
• Prosedur pelaporan administrasi dan keuangan.
            Metode kerja ini harus disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat, agar semua aparat atau petugas mengetahui wewenang, hak dan tanggung jawab nasing-masing.

Ø  Sarana Pendukung di Lapangan.
Sarana pendukung di lapangan merupakan sarana yang cukup strategis pada pekerjaan pemindahan tanah yang menggunakan alat berat, sehingga perlu perencanaan secara matang terhadap :
• System perawatan alat-alat berat
• System logistic peralatan (spare part, bahan bakar maupun konsumsi pekerja.
• System komunikasi dan informasi kerja.
Ketujuh butir diatas hendaknya direncanakan dan dipikirkan secara matang dan terperinci. Kesalahan dalam menentukan salah satu perencanaan berarti akan terjadi pemborosan. Sebagai contoh operator alat-alat berat yang digunakan , bila ternyata operator mempunyai kemampuan yang rendah, (ketrampilan kurang, disiplin rendah dan malas) mungkin pelaksanaan pekerjaan akan berjalan lambat. Hal ini akan berakibat sasaran proyek akan mustahil dapat tercapai dengan baik.
Ø  Kepemilikan Alat
Dalam manajemen alat-alat berat perlu dipikirkan bagaimana kepemilikan alat tersebut diperoleh. Karena kepemilikan alat merupakan investasi bagi suatu perusahaan baik dengan cara menyewa atau membeli, penjelasan tentang kepemilikan alat akan dibahas dalam bab tersendiri.


Ø  Kemampuan Kerja Alat
Kemampuan kerja alat adalah kemampuan dalam melakukan kegiatan, mengeruk, menggusur, mengangkut, atau memindahkan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang diukur dengan satu satuan waktu (M3/jam).
Dalam menetukan kemampuan kerja alat perlu dibedakan penegertian antara :
                         a. Kapasitas Kerja Alat,
Kapasitas kerja alat adalah kemampuan alat dalam melakukan pekerjaan seperti mengeruk, menggusur, mengangkut dan memindahkan tanah dalam satu kali operasi atau satu siklus, diukur dalam (M3/siklus).
b. Produksi Kerja Alat
Produksi kerja alat adalah kemampuan kerja alat dalam melakukan pekerjaan seperti mengeruk, menggusur, memindahkan atau mengangkut tanah dari satu tempat ketempat lain, diukur dalam 1 satu jam kerja (M3/jam).

Ø  Perhitungan Biaya Operasi Alat.
Untuk mendapatkan gambaran mengenai proses analisa biaya pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis perlu diperhatikan mengenai permasalahan-permasalahan yang ada. Hal ini akan mempermudah adanya penegrtian terhadap factor-faktor yang ikut menentukan dalam analisa biaya tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan terlebih dahulu perhitungan terhadap tingkat produksi alat dan biaya pengoperasian alat tersebut yang tergantung dari :
a. Kemampuan Berproduksi.
Kemampuan produksi alat berat tergantung dari kondisi lapangan dimana alat tersebut bekerja, kondisi lapangan yang berat akan menghambat manuver alat tersebut sehingga akan menurunkan tingkat produksinya.
Selain hambatan hambatan seperti yang telah dijelaskan diatas, terdapat hambatan lainnya seperti :
• Pengaruh ketinggian
• Pengaruh temperature
• Pengaruh tekanan udara
• Leadaan tanah yang akan dikerjakan
• Percepatan alat.
Selain hambatan dan kodisi lapangan, kondisi alat beratpun mungkin akan menjadi hambatan, misalnya alat tersebut baru atau bekas dan juga mengenai metode pelaksanaan kerja yang dilakukan.
b. Biaya Pengoperasian Alat Berat,
Biaya pengopersian alat berat tergantung dari biaya kepemilikan alat dan ini dipengaruhi oleh :
• Factor harga alat, umur alat (life time), bunga, modal, assuransi dan nilai sisa pakai atau depresiasi.
• Biaya operasi yang dipengaruhi oleh penggunaan bahan baker, pelumas,  perbaikan, suku cadang dan biaya operator.
• Biaya mobilisasi alat.
                        Perhitungan produksi alat berat sangat mempengaruhi Rencana Anggaran Biaya, sehingga dituntut pemahaman dalam perhitungan yang benar-benar teliti. Sehingga kesimpulan yang dapat ditarik ialah bahwa peralatan akan berdaya guna atau berhasil guna tinggi, bila peralatan tersebut menghasilkan produksi yang tinggi dengan biaya serendah mungkin.
                        Untuk mencapai sasaran tersebut maka diperlukan tahapan kerja yang disusun secara cermat dan saling berkaitan, hal ini untuk menghindari terjadinya persoalan atau masalah yang menjurus pada pemanfaatan dana yang tidak bermanfaat atau tidak mencapai sasaran
2.      Faktor keterkaitan Alat,Waktu,dan mutu adalah:
·         Alat
Merupakan fasilitas yang utama dalam pekerjaan sebuah proyek baik yang besar maupun kecil, keterkaitatan alat yang di gunakan dalam proses pembangunan proyek jalan yaitu
-          Excavator
-          Bulldozer
-          Tande roller
-          Asphalt finisher
·         Waktu
Adalah yang di perlukan untuk membangun sebuah proyek jalan di perlukan jangka waktu yang panjang sehingga proyek jalan tersebut dapat selesai tepat waktu

·         Mutu
Adalah suatu peninjauan terakhir bagi sebuah proyek yang telah selesai dan dapat di pergunakan dalam jangka waktu yang telah  di rencanakn atau lebih..

3.      10,75 ton
4.      Di ketahui :
·         Kapasitas Bucket              : 0.90
·         Faktor efisiensi Alat          : 0.84
·         Cycle Time                        : 1.50 m3
·         Kapasitas munjung            :10.32
·         Factor bucket                    :0.90
·         Efisiensi alat                      :0.84
·         Cycle time                         :1.50
·         Jenis                                  : wheel  loader  caterpillar 992 C

Di Tanya :
1.      Hitunglah produksi Wheel Loader perjam
2.      Tentukan jumlah wheel loader yang di perlukan untuk menyelesaikan  1 m3
Jawab:

a.      Produksi Wheel  Loader perjam:
Rumus :
Jenis :



b. jumlah loader
waktu muat n x cms
n = 4
= 4 x 1.50 = 2
Perkiraan jumlah wheel loader yang di butuhkan
Jika efisiensi kerja alat kerja loader sama dengan 0.83, maka jumlah dump truck yang di perlukan adalah
M’ = M x 0.84 = 4.70 x 0.84 = 3.94 di bulatkan 4 unit.

5.      Penyelesaian:
          Dik:  e   = 1, 2
                   e’ = 0, 7
                   v   = 2500 m³
          Dit:   Δv = …..?
Jawab:
            V1 =v2
V2 = (e-e’) x V
     = (1, 2- 0, 7) x 2500
     = 1250 m³
Δv = V-V1
                 =2500-1250
     =1250 m³

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar